The Latest Collection of News About Banyuwangi
English VersionIndonesian

Local Governments Asked to Be Aware of Increase in Bapok Prices Ahead of Campaign Period

Detik.com

Jakarta

Inspector General (Inspector General) Ministry of Home Affairs (Ministry of Home Affairs) Tomsi Tohir asked the regional government (pemda) mewaspadai kenaikan harga sembako jelang masa kampanye pemilihan umum (Election) yang akan berlangsung pada November-Desember mendatang. Because, pada periode tersebut, harga bahan pokok biasanya akan mengalami kenaikan.

“Kita harus mengantisipasi ke depan berkaitan dengan di bulan November-Desember, berkaitan dengan adanya kampanye, biasanya kebutuhan sembako itu meningkat, di hari-hari biasa saja, saat ini kenaikan sudah sangat signifikan, oleh sebab itu segera lakukan upaya persiapan, masih ada waktu,” kata Tomsi, in a written statement, Monday (23/10/2023).

Hal itu diungkapkannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual. Khusus untuk pengendalian inflasi daerah, Tomsi meminta kepala daerah dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) agar melakukan berbagai upaya pengendalian. According to him, inflasi yang tinggi dapat menurunkan tingkat kesejahteraan dan daya beli masyarakat. Besides that, dikhawatirkan dapat mengancam perekonomian negara dan merusak tatanan struktur ekonomi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya minta rekan-rekan kepala daerah dan Forkopimda untuk memahami posisi daerah masing-masing dan dapat melakukan upaya yang lebih baik lagi," he said.

Tomsi juga menegaskan kepada 10 provinsi dengan tingkat inflasi tertinggi agar segera melakukan berbagai upaya pengendalian.

“10 provinsi tertinggi, ini sudah beberapa minggu ini Bangka Belitung (Babel) masih yang paling tinggi, kemudian di bawahnya Sulawesi Tenggara (Sultra), North Maluku, Yogyakarta, Maluku, East Kalimantan (Kaltim), East Java (East Java), South Kalimantan (Kalsel), West Papua, and Central Java, this 10 provinsi tertinggi," he said.

Sementara untuk kota dengan inflasi tertinggi, sambung Tomsi, di antaranya Tual 4,26%, Baubau 3,92%, Sibolga 3,40%, Ternate 3,34%, Yogyakarta 3,30%, Kendari 3,30%, Probolinggo 3,18%, Surabaya 3,14%, Samarinda 3,14%, dan Cirebon 3,07%.

“Untuk 10 kota terendah ada Kota Gorontalo, Manado, Palopo, Jayapura, Banda Aceh, Tanjungpinang, Jambi, Pekanbaru, Palangkaraya, dan Gunungsitoli,” he added.

Sedangkan untuk 10 kabupaten terendah di antaranya Kabupaten Bungo, Mamuju, Indragiri Hilir, Bone, Bulungan, Sintang, Kotawaringin Timur, Tabalong, Aceh Barat, dan Bulukumba. Kemudian kabupaten tertinggi yakni Manokwari, Belitung, Merauke, Mimika, Sumenep, Banggai, Sikka, Kotabaru, Sumba Timur, and Banyuwangi.

Not only that, Tomsi juga menyoroti kabupaten/kota dengan tingkat Indeks Perkembangan Harga (IPH) tertinggi pada minggu ke III bulan Oktober 2023. Daerah itu di antaranya Bolaang Mongondow sebesar 6,19%, Gorontalo 5,86%, Bitung 5,73%, East Lombok 4,82%, Bolaang Mongondow Selatan 4,68%, Bone Bolango 4,58%, Bolaang Mongondow Timur 4,53%, Tomohon 4,32%, Halmahera Selatan 4,29%, Mamasa 4,18%, Kepulauan Sangihe 4,06%, Muna Barat 4,01%, Minahasa Utara 4,01%, Sumba Tengah 3,92%, dan Nias Barat 3,86%.

Tomsi menyebutkan sejumlah kabupaten/kota dengan IPH terendah antara lain Halmahera Utara, Pesisir Selatan, Kupang, Pidie Jaya, Manokwari Selatan, Aceh Tenggara, Bengkulu Selatan, Aceh Tamiang, Nunukan, Subulussalam, Solok Selatan, Timor Tengah Selatan, Tapanuli Selatan, Tebing Tinggi, dan Paser.

“Saya mengucapkan terima kasih bagi teman-teman yang baik inflasi maupun IPH-nya dapat mengendalikan dengan baik," he concluded.

Lihat juga Video ‘Kampanye Edukasi Seru Google Cegah Hoaks Jelang Pemilu’:

[prawns:Video 20detik]

(ncm/ncm)

source

Exit mobile version